Ya! Oligoasthenozoospermia Bisa Disembuhkan & Hamil

Jeni   June 15, 2016   Comments Off on Ya! Oligoasthenozoospermia Bisa Disembuhkan & Hamil
Bagikan ke Social MediaShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest1Email this to someone

Saya wanita umur 26 tahun, saya sudah menikah selama 10 bulan dan sampai saat ini belum dikaruniai anak. Kemarin ini sempat periksa ke dokter kandungan, di USG lalu katanya rahim saya normal.

Setelah itu suami saya disuruh untuk periksa kualitas spermanya ke laboratorium. Ternyata hasil kesimpulan dari tesnya, sperma suami saya mengalami kondisi oligoasthenozoospermia (OAT).

Nah, yang mau saya tanyakan, oligoasthenozoospermia (OAT) itu apa sih dok? Disebabkan karena apa? Lalu apakah masih bisa disembuhkan? Apakah saya bisa punya anak dan berhasil hamil? Biasanya disembuhkan dengan cara apa dan makan waktu berapa lama?

Hasil laboratorium ini belum kami konsultasikan kembali ke dokter kandungan, karena kami ingin mencari tahu dulu sebenarnya ini penyakit apa?

Sebagai informasi, suami saya berumur 28 tahun, bertubuh gemuk dengan berat badan mencapai 115 kg.

Jawab:

Oligoasthenozoospermia (OAT) adalah kelainan sperma dalam jumlah, gerakan, dan juga bentuknya.

Penyebabnya beragam. Biasanya disebabkan oleh obesitas, kegemukan (BMI diatas 25), kebiasaan merokok, penyakit infeksi, genetik, suhu yang panas, kurang nutrisi, stres, jarang tidur malam teratur, dll.

Untuk meningkatkan kualitas sperma, sebaiknya kurangi berat badan suami anda dulu. Coba perhitungkan BMI untuk suami anda (berdasarkan tinggi badannya). Lalu dapat dibantu dengan suplemen antioksidan, zinc (seng), atau vitamin E dosis tinggi.

Tetapi bila hasilnya tidak memuaskan, bisa juga dengan cara inseminasi. Bila melihat berat badan suami anda yang kurang ideal, kemungkinan besar penyebabnya adalah faktor kegemukan. Bila memang berat badan ini penyebabnya, maka dengan melakukan usaha penurunan berat badan, diet, maka diharapkan kualitas sperma suami anda ikut membaik juga. Selain tentu saja sebagai bonusnya, suami anda juga bisa lebih sehat secara keseluruhan.

*Anda masih bisa hamil, asalkan kualitas sperma suami anda membaik dan juga wanita sendiri mempunyai sel telur untuk dibuahi.