Kenapa Susah Hamil Setelah Dikuret?

Jeni   May 24, 2016   Comments Off on Kenapa Susah Hamil Setelah Dikuret?

Saya seorang perempuan yang telah menikah bulan mei 2010 yang silam. Sampai sekarang belum dikaruniai momongan. Saya berumur 28 tahun.

Saya mendapatkan haid normal setiap bulan dengan siklus 28 hari. Bulan agustus 2010 saya sempat positif dan mengandung sampai 5 bulan.

Akan tetapi sayang sekali, janin saya tidak dapat berkembang sehingga harus curetase pada akhir tahun 2010. Perkembangan janin saya terhambat karena ketika janin saya 2 bulan, saya jatuh dari motor ketika hendak memeriksakan diri ke dokter.

Awalnya janin saya baik-baik saja, tetapi bercak merah keluar ketika kandungan saya akan menginjak 5 bulan. Saya pun harus merelakannya.

Satu tahun berlalu, masih dengan harapan yang makin hari makin begitu besar untuk mendapatkan momongan akan tetapi hari bahagia itu belum juga terwujud.

Tapi karena rasa penasaran saya, akhirnya saya memeriksakan diri ke dokter dengan ultrasonografi transvaginal untuk melihat penilaian ovulasi saya.

Sel telur saya dinyatakan sehat, dengan diameter yang normal kemudian suami saya melakukan analisa sperma dan hasilnya semuanya baik. Hanya untuk jumlah sperma normal 40%, aglutinasi +1, keaktifan nya 60%. Suami saya pun berhenti merokok sudah 1 tahun lebih.

Setelah pemeriksaan tersebut, saya belum memeriksakan diri lagi karena saya pikir buat apa terus memeriksakan diri toh kami normal-normal saja berdua.

Saya dan suami sudah pasrah dan mencoba ikhlas dengan keadaan ini, dengan harapan kedepan Tuhan akan mengabulkan doa kami untuk mendapatkan momongan. Saya ingin hamil dengan upaya mandiri.

Mertua saya ingin sekali cepat-cepat menimang cucu karena suami saya nak sulung. Saya pun telah melakukan perhitungan masa subur dan melakukan hubungan intim pada saat tersebut.

Saya juga sudah melakukan posisi bercinta sesuai dengan yang orang-orang sarankan. Mulai dari pantat diganjal bantal, posisi suami atas, harus miring kirin kanan dan sebagainya,

Pola hidup sehat dan seimbang pun telah kami jalani, disamping selalu mengkonsumsi vitamin c dan asam folat.

Pertanyaan saya, dok.

  1. Apa ada masalah dengan hasil analisa sperma suami saya? Jika ada, lalu apa yang harus kami lakukan?
  2. Setelah berbagai cara kami lakukan, kenapa saya belum hamil juga? Apa ada pengaruhnya dari curetase?
  3. Apakah sekarang sudah waktunya untuk saya dan suami minum obat penyubur kandungan sesuai saran dokter?
  4. Apakah lama tidaknya ereksi mempengaruhi pada sampai tidaknya sperma ke sel telur? Jika ya, bagaimana penanganannya dok?

Jawab:

  1. Tentang sperma suami anda, sayang sekali ibu tidak mencantumkan hasil analisis sperma yang lengkap. Pemeriksaan sperma meliputi antara lain: volume sperma, gerakan sperma, bentuk sperma, jumlah sel sperma dan juga kandungan fruktosa di dalam sperma.
  2. Banyak faktor yang dapat menyebabkan seorang wanita sulit hamil, yang perlu anda ingat adalah salah satu yang paling sering terjadi adalah faktor stres dan kelelahan (baik kelelahan anda maupun suami anda) sangat berpengaruh dalam hal ini.

    Bila kuret dilakukan oleh dokter ahli dan setelah kuret telah dilakukan pemeriksaan USG, maka penyebab ibu susah hamil bukan disebabkan oleh riwayat kuretasi ibu hamil.

  3. Tidak ada salahnya ibu mulai mengikuti saran dokter untuk mengkonsumsi obat-obatan dan vitamin penyubur. Vitamin yang baik ibu dan suami konsumsi adalah vitamin E dosis tinggi seperti Santa E, Dalfarol atau Eturol, 1×1 rutin setiap hari.
  4. Selama kualitas sperma normal, dan suami dapat ejakulasi maka lama tidaknya ereksi tidak akan terlalu mempengaruhi.