Siklus Haid Berubah Setelah Keguguran

Jeni   April 30, 2016   Comments Off on Siklus Haid Berubah Setelah Keguguran
Bagikan ke Social MediaShare on Facebook0Share on Google+0Tweet about this on TwitterPin on Pinterest1Email this to someone

Tanya:

Saya mau nanya, saya baru setahun menikah, tapi belum dikaruniai bayi. Pernah sekali keguguran di bulan Oktober 2011 lalu karena saya tidak mengetahui kalau sedang hamil dan mungkin terlalu lelah bekerja.

Saya sudah ke dokter dan tidak perlu dikuret hanya dikasih obat noprostol.

Namun setelah itu, siklus menstruasi saya berubah total sampai sekarang, saya selalu menstruasi selalu sampai 2 minggu dimana darah yang keluar banyak sekali dan berwarna merah, tapi tidak terdapat keluhan apapun, paling hanya pegal pegal bisa saja seperti mens pada umumnya. Sedangkan sebelum saya keguguran, siklus menstruasi saya tidak seperti itu.

Yang ingin saya tanyakan apakah ini normal? Kemudian saya selalu intens berhubungan intim bahkan di hari-hari yang kalau dihitung adalah masa subur, namun tidak juga membuahkan hasil.

Apakah hal ini mungkin berkaitan juga dengan kualitas sperma suami (padahal setahu saya dalam sekali ejakulasi terdapat jutaan sperm) tapi kok belum berhasil juga. Dan apakah juga itu karena faktor dari saya, yang saya takutkan kok sepertinya sel telurnya tidak terbentuk gitu ya, karena setiap bulan mens lagi dan lagi setelah berhubungan.

Jawab:

Untuk lebih memastikan kualitas sperma suami anda, sebaiknya suami menjalani pemeriksaan analisis sperma di laboratorium.

Siklus haid normal 21-35 hari, bila benar ibu haid tiap 2 minggu, berarti siklus haid ibu hanya 14 hari. Ini tidak normal, bu.

Penyebab siklus haid yang tidak normal ada banyak. Ibu silahkan mengunjungi dokter kandungan lagi untuk dilakukan pemeriksaan lengkap. Salah satu tujuannya adalah untuk mengetahui juga apakah ada kelainan anatomi yang menyebabkan pendarahan atau tidak.

Bila tidak ada pendarahan, berarti penyebabnya adalah ganguan hormon.

Gangguan siklus haid ini juga harus diobati dengan terapi hormonal, karena bila kondisi ini terus dibiarkan tanpa penanganan tentu lama-lama akan menganggu kesuburan secara keseluruhan.