Penyakit Rahim Kuncup – Rahim Kering?

Jeni   June 8, 2016   Comments Off on Penyakit Rahim Kuncup – Rahim Kering?

Dok, saya sudah 2 tahun menikah sampai sekarang belum dapat momongan. Saya sudah periksa ke dokter 2 kali di dua rumah sakit berbeda. Di kedua rumah sakit itu saya di USG dan hasilnya bagus. Dokter pun lalu menyarankan kepada suami saya untuk memeriksakan sperma tapi suami saya menolak dengan alasan dia sudah ada hasilnya (sebelum menikah dengan saya dia sudah menikah dan memiliki seorang anak laki-laki).

Tidak hanya itu saya dok, saya sudah coba dengan cara tradisional (urut untuk membetulkan posisi kandungan) dan katanya kandungan saya kuncup atau sedikit kering/

Dikarenakan saya sering minum kunyit asan dan air sirih itu yang menyebabkan kandungan saya kuncup. Soalnya saya sejak remaja bila datang haid perut saya sakit sampai sekarang saya bila haid masih sakit.

Pertanyaan saya adalah:

  1. Mengapa saat di USG kandungan saya tidak terlihat kuncup/kering?
  2. Apakah karena setiap haid saya sakit yang mempengaruhi saya sulit mendapatkan keturunan?

Jawab:

  1. Dalam dunia kedokteran tidak ada istilah rahim kuncup atau kering, USG hanya bisa melihat bentuk dan posisi rahim dan indung telur serta menilai ada tidaknya kelainan seperti tumor atau kista. Tetapi fungsinya tidak bisa dilihat dari USG, misalnya ada sumbatan pada saluran telur, itu tidak tampak dari USG, misalnya ada sumbatan pada saluran telur, itu tidak tampak dari USG tapi ini bisa dilihar dengan pemeriksaan HSG. Histerosalpingografi (HSG), nama lainnya uterosalpingografi merupakan pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopii)
  2. Nyeri haid atau yang istilah medisnya adalah dismenore, memang termasuk dalam salah satu gejala endometriosis. Endometriosis ini sendiri adalah salah satu penyebab ketidaksuburan.

    Tetapi perlu diperhatikan juga bahwa nyeri haid ini bukan merupakan petunjuk pasti untuk mendiagnosa bahwa anda mengalami endometriosis. Diperlukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter sebelum bisa menentukan penyebab pasti untuk hal ini.

    Sebaiknya suami anda tetap mematuhi anjuran dokter yang menyarankan suami anda untuk memeriksakan spermanya, karena walaupun suami pernah punya anak, bukan berarti kualitas spermanya selalu bagus.

    Sebagai contoh sederhana untuk anda, riwayat penyakit sebelumnya yang pernah diderita suami anda dapat mempengaruhi kualitas sperma. Baik itu karena obat-obatan yang dikonsumsi atau karena daya tahan tubuh yang menurun.